Jumat, 17 Mei 2013

7 Perilaku buruk anggota DPR yang tak patut dicontoh

Ada-ada saja ulah buruk anggota DPR saat rapat. Tak sedikit, ulah buruk para wakil rakyat tersebut membuat kita menghela napas sambil mengelus dada.

Bagaimana tidak, mereka yang digaji puluhan juta rupiah tiap bulan dari uang rakyat, belum juga menoreh prestasi yang menggembirakan. Bukannya kualitas, mereka justru lebih banyak diberitakan dengan segudang permasalahan.

Berikut tujuh perilaku buruk anggota DPR saat rapat yang tentunya tak patut dicontoh.

1. Main game saat rapat
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat Mayjen (Purn) Salim Mengga tertangkap kamera asyik main game kartu, saat rapat kerja Komisi II DPR dengan Kementerian Dalam Negeri bahas evaluasi program e-KTP di Komplek Parlemen.

Salim yang mengenakan baju batik motif biru itu, terlihat serius bermain game kartu dan tidak mengindahkan rapat. Jempol tangan kanan Salim terlihat bergerak asyik 'bermain kartu' di layar Smartphone, yang berada di genggaman tangan kirinya.

Salim tak mengakui dirinya tertangkap kamera merdeka.com sedang asyik bermain game kartu di smartphone miliknya. Dia justru balik bertanya siapa dan kapan melakukan hal itu.

"Siapa? Kapan?" elak Salim saat dikonfirmasi di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (16/5).

Bukan kali pertama Salim main game kartu saat rapat. Pada rapat Paripurna DPR 22 Oktober 2012, Salim juga kepergok asyik bermain game di smartphone. Salim mengaku main game karena bosan mendengarkan paripurna.

"Memang membosankan. Ada yang pulang juga," aku Salim saat itu.

2. Nonton film porno
Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKS, Arifinto tertangkap kamera sedang nonton video porno saat rapat Paripurna DPR tahun 2011. Saat itu, Arifinto mengaku tidak sengaja melihat video panas dalam smartphone miliknya. Dia penasaran dengan sebuah link yang dikirim ke emailnya, kemudian meng-klik link tersebut.

Akibat perbuatan buruknya tersebut, Arifinto dipecat dari jabatannya sebagai anggota Dewan Syuro PKS dan mengundurkan diri sebagai anggota DPR. PKS mewajibkan Arifinto melakukan taubat nasuha, membaca istighfar 100 kali selama 40 hari, khatam Alquran selama 30 hari, dan bersedekah kepada 60 orang miskin.

3. Tidur waktu sidang paripurna
Sewaktu masih menjabat sebagai anggota Komisi I DPR, Menpora Roy Suryo diberitakan tidak sedap. Roy diketahui sedang tidur saat rapat paripurna pembahasan kenaikan harga BBM subsidi April 2012.

Roy mengakui dirinya tidur. Namun dia menjelaskan kalau dirinya tidur saat skorsing rapat. "Banyak yang istirahat juga dalam ruangan saat itu. Tapi ya tidak apa-apa kalau memang hanya saya yang disorot. Namanya juga "lebay" cari-cari berita," kata Roy waktu itu.

4. Bolos rapat
Kasus bolosnya anggota DPR saat rapat memang bukan persoalan baru. Meski bukan barang baru, tetap saja ada absensi kosong saat rapat kerja per komisi maupun rapat paripurna.Â

Seperti rapat paripurna pembukaan masa sidang IV tahun 2012-2013, Senin (13/5) kemarin. Sebanyak 233 dari 560 anggota DPR bolos, padahal sebelumnya mereka sudah libur satu bulan penuh.

Terkait itu, Badan Kehormatan (BK) DPR sedang memproses pemecatan anggota Komisi VI DPR yang juga kader PDIP Sukur H Nababan. Sukur tercatat sudah enam kali bolos berturut-turut.

"Yang ada sekarang ya Pak Sukur Nababan. Surat keterangannya menyusul. Akan diputuskan dalam waktu dekat," kata Wakil Ketua BK DPR Ali Maschan Moesa saat dihubungi, Rabu (15/5).

5. Absensi istimewa
Anggota Komisi I DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) tertangkap basah melakukan praktik tidak terpuji. Ibas kedapatan tanda tangan absensi rapat paripurna ,yang diantarkan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Beberapa saat usai peristiwa tersebut, Ibas mengundurkan diri dari anggota DPR. Dirinya membantah keputusannya mundur karena soal absensi. Ibas mengaku ingin fokus bekerja di Partai Demokrat.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) malah ikut meminta maaf atas absensi istimewa Ibas. Gara-gara kejadian itu, SBY mengaku keluarganya mendapat hujatan dan fitnah.

"Saya minta maaf atas insiden absensi beberapa hari lalu dalam rangkaian sidang yang dilaksanakan DPR RI," kata SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/2).

6. Merokok di ruang rapat
Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Demokrat Parlindungan Hutabarat kedapatan merokok di dalam ruangan rapat. Peristiwa merokok itu terjadi saat Komisi X DPR mengadakan rapat kerja dengan Pengurus Besar Persatuan Guru seluruh Indonesia, dan Komite Perjuangan Guru Honorer Jawa Barat. Sambil mendengarkan audiensi dari peserta rapat, Parlindungan sesekali mengisap rokok.

Saat dikonfirmasi, Parlindungan meminta maaf. Sebagai perokok, dia mengakui kalau dirinya salah. "Saya mohon maaf. Bukan yah permasalahan kecil ini? Kenapa soal yah tolong beritakan masalah rakyat, kok masalah rokok," ujarnya

7. Sesama anggota DPR berantem
Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul bersama koleganya Ahmad Yani hampir terlibat adu jotos. Keduanya berselisih ketika Komisi III DPR rapat kerja dengan Kejaksaan Agung Juni tahun lalu.

Saat itu, Ahmad Yani yang menyindir kinerja Kejaksaan Agung tiba-tiba disela Ruhut. Merasa tak terima, Yani menantang Ruhut keluar ruangan untuk diselesaikan secara jantan. Namun peristiwa itu buru-buru ditengahi oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin yang memimpin rapat.

Peristiwa serupa juga terjadi saat sidang paripurna penetapan kenaikan BBM subsidi Maret 2012. Saat itu Fraksi PDI Perjuangan yang menolak rencana kenaikan, Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Aria Bima sempat ribut dan hampir baku hantam dengan anggota DPR lainnya. Beruntung kejadian tidak berlangsung lama, setelah kolega Aria melerai.

Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/7-perilaku-buruk-anggota-dpr-yang-tak-patut-dicontoh.html