Rabu, 14 Maret 2012

Alasan Setjen DPR Anggarkan Seragam Pegawai Rp 2,1 M

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Humas Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI, Jaka Winarko, membenarkan pengadaan seragam pada 2012 untuk pegawai di tempatnya mencapai Rp 2,1 miliar dan pakaian dinas sopir hingga satpam DPR RI Tahun 2012 mencapai Rp 809 juta. Menurut Jaka, pengadaan seragam pegawai kesetjenan itu dimaksudkan untuk melakukan indentifikasi sekaligus memberikan rasa kebersamaan lingkungan kerja Setjen DPR.

"Untuk seragam baru tahun 2011 diadakan. Untuk (seragam) satpam setiap tahun karena banyak seragamnya, untuk pakaian lapangan dan lainnya. Biar ada kebersamaan dalam kesekjenan saja, mudah melakukan indentifikasi mana yang pegawan dan bukan atau hanya pengunjung biasa," ujar Jaka Winarko, Jakarta, Selasa (13/3/2012).

Sebelumnya, Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) melangungkapkan sekaligus mengkritisi anggaran pengadaan seragam di lingkungan Setjen DPR itu. Kordinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, menilai pengadaan pakaian ini betul-betul pemborosan anggaran dan mengusik rasa keadilan masyarakat.

Sebab, masih banyak rakyat Indonesia yang tidak bisa membeli pakaian, atau hanya bisa mengenakan pakaian yang sama setiap harinya. Ia menyatakan bingung karena pegawai Sekjen dan pegawai protokol mendapat pakaian dari negara setiap tahun. Padahal, seragam tahun sebelumnya masih bisa digunakan. "Seharusnya Pak Marzuki (Ketua DPR RI), atau BK bukan mengurusi rok mini, tapi seharusnya yang diurusin oleh Pak Marzuki itu anggaran untuk rakyat yang selalu mini," ujar Uchok.

Sumber : http://www.tribunnews.com/2012/03/13/alasan-setjen-dpr-anggarkan-seragam-pegawai-rp-21-m